Kamis, 03 April 2014

Makalah Psikologi Pendidikan


BAB 1
PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah
Phobia matematika merupakan hal yang biasa dijumpai di lingkungan pendidikan, baik itu SD, SMP, SMA, atau bahkan perguruan tinggi. Orang-orang yang mengalami phobia ini memandang matematika sebagai momok dan para siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat rendah dalam menyelesaikan problem matematika. Akibatnya, hal ini berimbas pada rendahnya nilai di mata pelajaran matematika dan tumpulnya analisis murid terhadap suatu masalah. Karena begitu krusialnya masalah ini, maka perlu adanya pemecahan masalah ini. Namun ada beberapa hal yang perlu kita keathui. Kita perlu mengetahui gejala-gejala yang dialami oleh siswa yang mengalami phobia matematika. Kemudian kita perlu mengetahui yang menyebabkan phobia ini terjadi, dan begitu banyak yang mengalaminya.Lalu kita perlu mengetahui dampaknya terhadap prestasi belajar siswa. Dengan demikian, kita dapat menemukan solusinya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dari penulisan makalah ini, kita temukan beberapa rumusan masalah, diantaranya :
1. Apa yang dimaksud dengan phobia matematika ?
2. Bagaimana gejala-gejala siswa yang mengalami phobia matematika?
3. Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya phobia matematika pada murid?
4. Bagaimana dampak phobia matematika terhadap prestasi belajar siswa?
5. Apa tindakan/ solusi untuk mengurangi phobia matematika dalam meningkatkan prestasi belajar siswa?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah dari makalah ini, kami bertujuan menjelaskan hal berikut ini, yaitu: pengertian phobia dan phobia matematika berdasarkan para ahli, dan berbagai literatur; Menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan phobia matematika pada siswa; menjelaskan dampak phobia matematika terhadap prestasi belajar siswa; dan mencari solusi untuk mengatasi masalah phobia matematika pada siswa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. .


BAB 2
PEMBAHASAN

A. Definisi Phobia Matematika
Phobia adalah suatu hal yang umum ditemui di sekitar kita. Apa itu phobia?  Istilah phobia berasal dari kata "phobi" yang artinya kecemasan atau ketakutan yang tidak rasional, yang dirasakan dan dialami oleh seseorang. Phobia merupakan penyakit psikis yang biasanya dialami oleh seseorang yang punya trauma di masa lalu. Penyakit ini tak mengenal umur. Secara definitif, phobia adalah rasa ketakutan yang sanagt kuat terhadap suatu hal baik itu benda, atau situasi. Ketakutan tersebut berwujud dan terletak pada wilayah ketidaksadaran. Phobia merupakan suatu situasi dimana seseorang bertindak irasional  dan mempunyai ketakutan yang besar akan sesuatu. Biasanya seseorang  yang mempunyai phobia akan merasakan suatu ketakutan pada saat tertentu

Adapun phobia matematika atau disebut juga dengan istilah mathophobia atau Math anxiety didefinisikan sebagai emosi negatif yang mengganggu dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matematika. Mathophobia lebih dari sekedar tak menyukai matemtika dan mengarahkan murid pada bentuk penghindaran secara global/umum- bila mungkin,mereka tetap mengambil kelas matemtika tetapi mereka akan menghindar dalam situasi yang memerlukan matematika (Sparks, 2011; Hellum-Alexander,2010; Ashcraft & Krause, 2007).

Adapun definisi lain mengenai mathophobia yaitu sebagai "ketakutan yang tak terbayangkan terhadap matematika yang dapat mengganggu dalam memanipulasi angka-angka dan
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matematika dalam beragam kehidupan sehari-hari dan situasi akademik"(Buckley & Ribordy, 1982 ).

Sebagian besar murid bahkan akan berusaha menjauhi matematika dan terlihat begitu paniknya ketika bertemu dengan matematika. Kepanikan tersebut dapat terlihat sebagai suatu pergolakan dalam pikiran mereka, atau bisa dikatakan sebagai suatu kegilaan mental. Akal mereka dapat pula "membeku" and dan siswa mungkin mengalami kekakuan dan ketegangan fisik (Buxton, 1981 ).

Tobias, yang sering disebut sebagai pelopor dalam studi mengenai phobia matematika atau Math Anxiety ini, mendeskripsikan phobia matemtika sebagai  "kepanikan, ketidakberdayaan, kelumpuhan dan kekacauan mental yang timbul di antara beberapa orang ketika mereka diharuskan untuk memecahkan masalah matematika " (Tobias & Weissbrod, 1980).

Ada beberapa gejala yang dialami oleh murid yang mengalami phobia matematika, diantaranya :
1. Siswa merasa bahwa ia tak mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matematika sebelum ia mencobanya dulu untuk menyelesaikan atau bahkan sebelum guru menjelaskan soal.
2. Siswa memiliki perilaku yang buruk terhadap matematika. Ketika sedang belajar matematika, dia selalu nervous dan tak bisa duduk dengan tenang atau fokus pada materi yang diterangkan.
3. Siswa takut setiap ada pelajaran matematika.
4. Siswa selalu cemas terhadap reaksi teman-temannya ketika ia menjawab pertanyaan yang diberikan gurunya, dengan salah.
5. Siswa akan merasa malu, frustasi, jengkel, dan takut (Boxton, 1981).

Memang tidak semua gejala ini bisa tampak, sehingga guru perlu mengetahui dengan baik murid-muridnya, sehingga guru dapat mengetahui apakah ada murid yang memiliki rasa ketidaksukaan pada matematika. Hal ini dilakukan dengan cara mengamati raut muka murid-murid atau gestur mereka, sebagai indikator.

B. Faktor-faktor penyebab phobia matematika
Berdasarkan pengalaman yang terjadi di sekitar, ada beragam faktor-faktor penyebab munculnya phobia matematika. Pertama, siswa tersebut belum pernah memiliki nilai yang bagus di pelajaran matematika, yang bisa jadi disebabkan oleh cara mengajar gurunya yang terbilang buruk. Jika guru tak mampu mengajar dengan baik, maka rata-rata murid akan belajar dengan tak cukup baik.

Kedua, siswa selalu mendapatkan nilai yang kecil, ditambah dengan guru yang selalu menuntut murid untuk selalu menjawab benar. Biasanya guru akan memarahi muridnya yang menjawab salah. Padahal jawaban salah tersebut bukanlah suatu kegagalan, melainkan bentuk analisis pikirannya dan justru bisa membuat siswa lebih memahami konsep matematika.

Ketiga, faktor yang biasa menyebabkan phobia matemtika yaitu dari kepribadian, intelektualnya, dan juga lingkungan. Dari faktor kepribadian, bisa karena kurangnya rasa percaya diri, rasa malu yang tinggi atau minder, tak bisa mengendalikan rasa frustasinya, dan bahkan karena intimidasi.

Kemudian dari faktor intelektual, disebabkan ketidakmampuan siswa untuk memahami konsep atau materi matemtaika yang sedang dipelajari. Kemudian, dari faktor lingkungan, disebabkan oleh tuntutan orang tua yang terlalu lebih kepada anaknya, dan/atau pengalaman buruk di kelasnya, seperti guru yang buruk dalam mengajar, atau buku pelajaran yang sulit dimengerti, dan lain-lain.

Riset menunjukan bahwa guru matematika yang tidak cukup mampu menjelaskan konsep atau materi pelajaran dengan baik, tidak cukup sabar dalam mengajar, bahkan mengeluarkan komentar yang mengintimidasi murid-muridnya, dan/atau tidak bersemangat dalam mengajar materinya, akan cenderung menghasilkan murid-murid yang mengalami phobia matematika atau math anxiety (Plaisance, 2009; Sun & Pyzdrowski, 2009; Scarpello, 2007; Furner & Berman, 2004;
Woodard, 2004; Brown).

Ada banyak hal yang dilakukan guru sehingga dapat membuat siswa tidak menyukai matematika. Biasanya guru tak merasa peduli terhadap masalah muridnya, karena biasanya guru tidak mau memberi bantuan lebih dalam membantu muridnya menyelesaikan masalah. Biasanya, guru akan marah dan kesal ketika murid-muridnya tak mengerti soal yang diberikan.

Adapun penyebab utama lainnya yaitu cara pengajar guru melalui pendekatan pada metode menerangkan materi, kemudian mengerjakan soal-soal, dan kemudian menyuruh siswa untuk mengingat rumus-rumus atau materi, dimana metode ini disebut dengan metode "explain-practice-memorize"

C. Dampak terhadap prestasi belajar









Minggu, 02 Maret 2014

Beda, Kata dan Nyata

Kembali ku dielu-elukan
Meski itu sudah semakin jarang
Ku temukan diriku yg sebenarnya
Aku memang bukan apa-apa

Aku baik-baik saja
Mereka mengatakan aku sangat baik
Ya, sosok cerdas tak tertaklukan!
Hiperbola, bukan?

Aku baik-baik saja
Mereka mengatakan aku bersahaja
Kata-katanya seolah tuah.
Kau kira aku apa?

Aku baik-baik saja
Mereka mengatakan aku manusia taat
Menjaga sikap, dan hatinya.
Tapi kau tak tahu apa yg ada sebenarnya.

Aku tak lebih hanya seorang pendusta
Beda, Kata dan Nyata
Aku tak lebih hanya seorang penipu
Tak sadar kah kalian , aku sedang menipumu?

Ya, aku bernasihat
Mengajak Taat
Tapi, nyatanya?

Ya, aku mengajakmu berbuat baik
Lalu kalian tertarik,
Tapi, aku hanya seorang munafik.

Ya, aku mengajakmu hindari keburukan
dan mereka dapati aku seorang yg menjaga
Tapi, ya tetap aku melakukan
apa yg telah kularang untuk mereka

Ya, aku berusaha membangkitkan semangat
Semangat mereka berkobar
Tapi, di lain sisi,
Aku malah nyaman larut dalam depresi

Aku tak lebih hanya seorang pendusta
Beda, Kata dan Nyata.
Ucapan ku hanya omong kosong
Tak sadarkah kalian, aku tengah berbohong?

Mengapa ku mengatakan
hal yg tak ku perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Tuhan
Karena ku mengatakan
hal yg tak ku perbuat!

Tuhan, maafkan aku,
Kata yg telah ku ucap berulang kali
Dan ku pinta kembali
Ampunan dari-Mu

Tuhan, aku sadar,
Tuhan, aku paham.

Aku tak lebih hanya seorang pendusta
Beda, Kata dan Nyata.

Maafkan aku, Tuhan
Jika tak Kau berikan ampunan
Jelaslah itu kerugian.

Aku mau berubah
Selama ada kesempatan


Doa dari seorang hamba hina dina, untuk Yang Teramat Mulia.





Rabu, 26 Februari 2014

Tangga - Hebat

Bagaikan tetesan hujan di batasnya kemarau
Berikan kesejukan yg lama tak kunjung datang
Menghapus dahaga jiwaku akan cinta sejati
 
Betapa sempurna dirimu di mata hatiku
Tak pernah kurasakan damai sedamai bersamamu
Tak ada yg bisa yg mungkin kan mengganti tempatmu

Kau membuat ku merasa hebat
karena ketulusan cintamu
Ku merasa teristimewa hanya
hanya karena, karena cinta
Kau beri padaku sepenuhnya
buatku selalu merasa berarti

Kini ku merasa hebat
karena kau yang membuatku makin kuat
Jantungku bergerak cepat
Semua yg berat bisa lewat
inikah cinta yg sejati
melayang ku terbang berenang di awan
tak akan kita kan lepas dan jatuh sekarang
Cinta, Sang Cinta, kita kan terus mencinta


Betapa sempurna dirimu di mata hatiku
Tak pernah kurasakan damai sedamai bersamamu
Tak ada yg bisa yg mungkin kan mengganti tempatmu

Kau membuat ku merasa hebat
karena ketulusan cintamu
Ku merasa teristimewa hanya
hanya karena, karena cinta
Kau beri padaku sepenuhnya
buatku selalu merasa berarti

Selasa, 25 Februari 2014

Not With Me - Bondan Prakoso

I'm waking up from my summer dreams again 
Try to thinking if you're alright 
Then i'm shattered by the shadows of your eyes 
Knowing you're still here by my side

I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're okay
I can feel you if you're not with me 
I can reach you my self, you show me the way

Life was never be so easy as it seems 
'till you come and bring your love inside
No matter space and distance make it look so far
Still i know you're still here by my side 

I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're okay
I can feel you if you're not with me 
I can reach you my self, you show me the way

Yeah… you're made me so alive, 
you give the best for me…love and fantasy
yeah…and i never feel so lonely,
cause you're always here with me… 
yeah…always here with me

I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're okay
I can feel you if you're not with me 
I can reach you my self, you show me the way

I'm waking up from my summer dreams again 
Try to thinking if you're alright 
Then i'm shattered by the shadows of your eyes 
Knowing you're still here by my side



*********************************************

Aku tersadar dari lamunan ku untuk kesekian kali,
Mencoba memikirkan apakah kau baik-baik saja,
Lalu lamunanku sirna oleh bayang matamu,
Menyadari kau masih disini bersamaku.

Aku dapat melihatmu meskipun kau tak bersamaku
Ku katakan pada diriku semoga kau baik-baik saja
Aku dapat merasakan hadirmu meskipun kau tak bersamaku
Ku dapat meraihmu dengan diriku, kau tunjukan caranya padaku.

Hidup tak pernah semudah yang dibayangkan,
Hingga kau hadir dan membawa cintamu dalam hidup ku,
Tak peduli ruang dan jarak yang membuatnya terlihat jauh,
Masih ku tahu, kau tetap disini bersamaku.

Aku dapat melihatmu meskipun kau tak bersamaku
Ku katakan pada diriku semoga kau baik-baik saja
Aku dapat merasakan hadirmu meskipun kau tak bersamaku
Ku dapat meraihmu dengan diriku, kau tunjukan caranya padaku.


Kau buat ku merasa begitu hidup
Kau berikan yang terbaik untuk ku, cinta, dan fantasi,
Dan aku tak pernah merasa kesepian karena kau selalu disini bersamaku,
Selalu disini bersamaku.

Aku dapat melihatmu meskipun kau tak bersamaku
Ku katakan pada diriku semoga kau baik-baik saja
Aku dapat merasakan hadirmu meskipun kau tak bersamaku
Ku dapat meraihmu dengan diriku, kau tunjukan caranya padaku.

Aku tersadar dari lamunan ku untuk kesekian kali,
Mencoba memikirkan apakah kau baik-baik saja,
Lalu lamunanku sirna oleh bayang matamu,
Menyadari kau masih disini bersamaku.





Senin, 24 Februari 2014

Kisah Teller


"Orang hanya bisa memetik anggur dari pohon anggur, orang hanya bisa memetik buah kenari dari pohon kenari, namun kau bisa memetik cinta dimanapun, bahkan di tempat yg tak pernah kau kira. "

Kami ada di hari terakhir. Ya, kami harus mencairkan uang yg di nanti-nanti oleh orang tua kami. Beasiswa, sesuatu yg dinanti wujud nyatanya.

Aku, Fikri, dan Panji berangkat menuju tempat pencairan uang itu, menuju alamat yg telah tertulis di sebuah SMS, sebuah tempat di Kota Serang. Kami berangkat pagi sekali agar tidak ketingggalan kuliah, dan ku pikir ini akan jadi perjalanan yang sangat membosankan.

Sesampainya disana, kami hanya mendapat nomor antrian, dan petugas menyuruh kami datang kembali pukul 14.00. Ya, itu artinya kami mesti kembali ke Cilegon. Payah, umpat ku waktu itu.

Kami datang tepat waktu, dan menjalani kuliah yg membuatku bosan dan mengantuk. Pikiran ku masih melayang membayang rupiah yang sepertinya cukup untuk memenuhi keinginan ku. Ya, aku benar-benar tak sabar.

Selesai sholat Jum'at, kami kembali ke tempat yg dituju, yg tak lain hanya teller kecil, namun cukup untuk tempat tinggal keluarga berencana. Sesampainya disana kami bertemu petugas itu. Ia memberitahu satu hal yang menjengkelkan " nanti datang lagi jam 4 ya, dek", begitulh kata dia. Kami hanya bisa menunggu, dan tempat terbaik untuk menunggu adalah masjid kecil. Disana kami menungggu banyak hal, menungggu hujan reda, menungggu ashar,menunggu jam 4, menungggu kartu atm, dan menungggu uang itu cair. Kami mengisi formulir dari bank berisi data-data yang sudah tak asing lagi di mataku. Hanya ada beberapa data yang belum diisi, memang penting atau sekedar formalitas, pikir ku waktu itu. Sesekali ku memandang teman-temanku yang sibuk dengan ktp mereka, entah mereka saling pamer tempat kelahiran atau membandingkan siapa yg paling muda atau paling tua, aku tak peduli, aku sibuk dengan diriku.

Sudah jam 4, kami bergegas ke teller. Formulir hampir semua diisi, yang kosong bisa ditanyakan pada petugasnya. Kedatangan kami disambut 2 mahasiswi yang sepertinya kebingungan bagaimana mengisi formulir rekening dengan benar. Ku pikir suatu saat nanti, sebaiknya akan ku buat buku tentang 'cara mngisi formulir tanpa pusing tanya sana-sini'. Ia tampak tak peduli dengan keberadaan kami. Sempat terpikir seharusnya sesama penerima beasiswa mesti salng kenal. Ternyata ! Seorang diantaranya mendatangiku, mungkin mau kenalan. Namun, " boleh pinjem pulpen gk ? " begitu kata yg keluar dan yg terdengar, ya ku berikan pulpen ku, dia mulai melanjutkan mengisi formulir, lalu mengembalikan pulpen sambil mengucap kalimat mainstream "makasih ya". Ku jawab dgn kata yg mainstream pula " sama-sama" begitu yg terucap, namun tak cukup terdengar oleh mereka.

Datang lagi seorang wanita dgn motornya. Ku pikir dia seorang nasabah bank itu yang mau mentransfer uang ke orang tuanya yang sebulan lamanya menungggu kiriman anaknya. Tapi aku tak yakin. Ia pasti mahasiswi penerima beasiswa itu juga, dan makin kuat dugaan ku ketika ia membawa formulir yang sama dgn ku. Memang dilihat dia penampilannya ia habis kuliah. Cantik, memang. Namun, ah, apa sih yang ku pikirkan? begitu tanya ku dalam hati. Tapi, aku hanya menatapnya seolah tertarik ( memang aku tertarik ) dan ku kembalikan tatapan ku pada formulir ku. "Bro, gua nitip formulir dulu ya, gua ada perlu" kata Panji. Aku mengiyakan saja, ia pergi bersama Fikri. Aku pun sendiri, tak ada teman, diam menunggu mereka kembali. Lalu apa setelah mereka kembali? Mereka akan ngobrol dengan ku? Tidak ! Mereka tak peduli ! Aku bosan, aku sudah ada di titik jenuh, ibarat suatu besi yang di uji tensil yang menungggu ajalnya datang di breaking point. Pikiranku melayang, aku mau pulang, aku tak punya teman di antara sesama penerima beasiswa. Mereka semua asing di mataku.

Sejenak ku dengar obrolan seorang nasabah yang hampir tertipu oleh seseorang lewat telepon yg menyuruhnya mengisi data yg bisa membuat seluruh tabungannya raib. Untungnya ia telah menanyakan pada petugas perihal kejadian itu. Bukannya bersyukur, ia malah mengumpat " kurang ajar bener itu orang", ya begitulah manusia.

Ku tatap lagi formulir itu. Mereka tak jua datang. Aku gamang dalam kesendirian, aku memang sudah terbiasa dengan keadaan ini, tapi kali ini sangat menyebalkan. Disaat aku mulai merasa sangat bosan, terdengar seseorang bertanya padaku "dari teknik apa?", ku terkejut ( tapi tak ku ekspresikan ) ketika ku lihat yang bertanya adalah wanita dgn motornya itu. Jujur saja aku grogi,tapi ku pikir paling ini hanya percakapan kecil yang biasa ku lakukan di bus yg mudah berlalu begitu saja. Ku mulai bersikap biasa " teknik metalurgi, kamu?" jawab ku saat itu. kata 'kamu' ini sengaja ku sisip agar obrolan tetap berlanjut. Ternyata dia ada di Fakultas yang banyak dihuni oleh kawan-kawan SMA ku. Benar saja, obrolan ku terus berlanjut dengan pertanyaan klasik mahasiswa baru " lu kenal si fulan gk? " atau " lu sekelas sama si fulanah gk?" dan dia tahu teman-teman yang ku sebut namanya. Tawa pun mulai terdengar diantara kami.

Sempat ku katakan bahwa aku punya minat pada fakultas si wanita itu, aku berharap dia tidak berkata "gk nanya!", dan syukurlah dia tak berkata seperti itu. "Terus kenapa kamu ngambil fakultas teknik" begitulah ia bertanya. " ya, biasalah kehidupan " jawab ku singkat.Ku dengar dia tertawa kecil. Obrolan menjadi begitu menarik, dia bahkan mengajakku untuk datang ke kampus serang untuk nonton acara yg juga mengundang sebuah band musik. Tapi, aku terhalang oleh satu hal yang biasa dihadpi manusia teknik, laporan.

Sesaat kemudian, petugas menyuruh kami masuk dan mengantre. Seorang petugas lain meminta ku menunjukan formulirnya, " Panji ya? " begitu kata wanita itu padaku. Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak mengetahui ia salah menyebut namaku, tapi aku selalu jaga image, tertawa secukupnya dan tertawa lepas saat sendirian di kosan. "oh, bukan Panji. Ini punya ane " ku tunjukan formulir ku yg berada di bawah formuir Panji. Ia melihat dengan seksama, dan mulai mengingat nama ku. Aku memang suka iseng, dan aku mulai iseng lagi melihat nama wanita itu, dan yang kutemui hanya nama depan saja, dengan nama belakang disembunyikan sebagai inisial kapital. Dulu, memang aku suka menulis nama dengan gaya seperti itu, tapi sekarang aku lebih suka namaku terpampang lengkap, dan nyata. Cetar ! ( apa yang sudah kukatakan ya? ).

Mereka datang lagi, Panji dan Fikri yang semula ku tungggu keberadaanya, kini tak begitu ku pedulikan. Fikri meminta formulirnya dan formulir Panji, dan mereka berdua maju mendahuluiku. Dengan sbar ku menungggu dan wanita itu pun juga menungggu. Mereka pun kemudian menuju lantai 2 untuk mengurus hal lain. Tiba datang giliran ku dan wanita itu. Aku hanya menatapnya, kami tak begitu berdekatan, tapi terpisah sekitar 1 meter ( kurang lebih, perlu teori ralat untuk keakuratan yang lebih baik). Setelah itu kami ke lantai 2 untuk mengurusi password.Kami membicarakan hal yang tak begitu penting, "Teknik itu keras, kecuali diriku " begitulah kataku waktu itu, hnya mengingatkan bahwa manusia teknik tidak semengerikan yng dibayangkan, dan takut dia menjauh hanya karena aku adalah mahasiswa teknik. Dia hanya tertawa. Dia rupanya telah berbicara dgn temen ku yg sefkultas dgn dia, lewat SMS, bahwa ia bertemu dengan ku. Ya semoga dia tak cerita hal yang aneh-aneh tentang ku kpada wanita itu. Setelah ku amati wanita ini seru juga untuk diajak ngobrol, orangnya asik, dan begitu akrab untuk ukuran sekedar perkenalan. Ia sempat meminta CP ku, dan ku berikan. Nampak ada harapan untuk bisa berkomunikasi terus. Tapi aku tak yakin. Pernah ku bertemu dgn mahasiswa dari kampus serang, pernah ku beri CP nya. Namun komunikasi tak berlanjut, dan mungkin dia sudah lupa padaku. Aku khawatir. Sebentar. Kenapa aku bisa sekhawatir ini? Jangan-jangan ya, atau jangan-jangan bukan. Tapi aku yakin ini............

"Bro, bruan balik ke cilegon" sahut Fikri pada ku. Aku tinggalkan wanita itu, dan ku bergegas keluar. Jujur saja ini pertemuan yang terlalu singkat. Kalau memang ini jadi pertemuan yg sesaat, izinkan aku bisa melihatnya sekali lagi. Aku mulai iseng mengutak-atik tali sepatu, seolah-olah ku sedang memperbaiki tali sepatu ku. Aku hanya ingin memperlambat tempo, agar bisa bertemu paling tidak sekali lagi. Namun tak juga muncul. Fikri dan Panji sudah menunggu. Aku mengalah. Ku terus berjalan dalam kebimbangan. Mereka mengajak ku mengobrol, dan aku hanya tertawa dan tersenyum..................palsu. Menyembunyikan apa yang dirasa oleh ku.

Kami sudah ada di seberang jalan. Sejenak ku melihat ke belakang ku, dan tak ku duga, ku lihat wanita itu !Ia sedang bergegas pulang dengan motornya, dan terkejutnya lagi ia melambai tangan pada ku! Aku pun tersenyum bahagia sekali. Tapi ku sembunyikan lagi di hadapan teman-teman ku. Ada asa untuk bisa kembali bertemu dan ada asa pula untuk memulai ..........................













Sabtu, 22 Februari 2014

Haven't Met You Yet - Michael Buble

I'm not surprised, not everything lasts
Aku tak kaget, tak semuanya berjalan lancar
I've broken my heart so many times
Aku tlah patah hati berkali-kali
I stopped keeping track
Hingga aku lupa menghitungnya

Talk myself in, I talk myself out
Bicara dalam hati, bicara keras-keras
I get all worked up then I let myself down
Kuberbuat semampuku lalu kusiap-siap kecewa


I tried so very hard not to lose it
Tlah kuupayakan sebaik-baiknya agar hubungan ini tak berakhir
I came up with a million excuses
Kuungkapkan berjuta alasan
I thought I thought of every possibility
Kupikirkan segala kemungkinan


And I know someday that it'll all turn out
Dan aku tahu suatu hari semuanya akan jelas
You'll make me work so we can work to work it out
Kau akan membuatku berusaha sehingga kita bisa pecahkan
And I promise you, kid, that I'll give so much more than I get
Dan kujanji padamu bahwa kan kuberikan jauh dari yang kudapat
I just haven't met you yet
Aku hanya belum bertemu denganmu saja



I might have to wait, I'll never give up
Mungkin aku harus menunggu, aku takkan menyerah
I guess it's half timing and the other half's luck
Kukira setengahnya soal waktu dan setengahnya lagi soal keberuntungan
Wherever you are, whenever it's right
Dimanapun kau berada, kapanpun saatnya
You'll come out of nowhere and into my life
Kau kan muncul dan masuk ke dalam hidupku


And I know that we can be so amazing
Dan aku tahu kita bisa jadi sangat mengagumkan
And baby your love is gonna change me
Dan kasih cintamu akan mengubahku
And now I can see every possibility
Dan kini bisa kulihat segala kemungkinan



And I know someday that it'll all turn out
Dan aku tahu suatu hari semuanya akan jelas
You'll make me work so we can work to work it out
Kau akan membuatku berusaha sehingga kita bisa pecahkan
And I promise you, kid, that I'll give so much more than I get
Dan kujanji padamu bahwa kan kuberikan jauh dari yang kudapat
I just haven't met you yet
Aku hanya belum bertemu denganmu saja

They say all's fair in love and war
Mereka bilang segalanya boleh dilakukan hal cinta dan perang
But I won't need to fight it
Namun aku tak harus bersikukuh
We'll get it by it, we'll be united
Kita kan mendapatkannya, kita kan bersatu


And I know that we can be so amazing
Dan aku tahu kita bisa jadi sangat mengagumkan
And baby your love is gonna change me
Dan kasih cintamu akan mengubahku
And now I can see every single possibility
Dan kini bisa kulihat segala kemungkinan


And someday I know it'll all turn out
Suatu suatu hari aku tahu semua kan jelas
And I'll work to work it out
Dan aku kan berusaha tuk selesaikan
Promise you, kid, I'll give more than I get
Kujanji padamu, kukan berikan lebih dari yang kudapat
Than I get, than I get, than I get!
Dari yang kudapat

Oh you know it'll all turn out
Oh kau tahu semua akan jelas
And you'll make me work so we can work to work it out
Dan kau akan buatku berusaha sehingga kita bisa selesaikan
And I promise you, kid, that I'll give so much more than I get
Dan kujanji padamu bahwa kan kuberikan jauh dari yang kudapat
I just haven't met you yet
Aku hanya belum bertemu denganmu saja

I just haven't met you yet
Aku hanya belum bertemu denganmu saja
Oh I promise you, kid
Oh aku janji padamu
To give so much more than I get
Kan kuberikan lebih dari yang kudapat

I said love love love love love love love
Kubilang cinta
I just haven't met you yet
Aku hanya belum bertemu denganmu saja
Love love love
Cinta
I just haven't met you yet
Aku hanya belum bertemu denganmu saja